Laman

Selasa, 05 April 2011

Shalat Sesuai Tuntunan Nabi SAW (Takbiratul Ihram)

Dalil-dalil tentang kewajiban shalat bagi muslim:

 إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
....Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

( QS.An-Nisa 103 )




Dari Thalhah bin Ubaidillah,bahwasanya ada seorang Arab gunung yg rambutnya acak-acakan datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya,"Ya Rasulullah,beritahukan-lah kepadaku,shalat apakah yang difardukan allah kepadaku?".jawab Rasulullah," shalat lima waktu,kecuali jika kamu mau shalat sunnah".
(HR.Al Bukhari & Muslim & lafadh itu bagi Al Bukhari juz II, hal.225)




Cara Mengerjakan Shalat.

 Apabila akan shalat hendaklah kita menyempurnakan wudhu terlebih dahulu,kemudian baru mengerjakan shalat sebagai berikut:
1.Qiyam
yaitu berdiri tegak menghadap qiblat (masjidil haram/makkah).

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.....
( QS.Al Baqarah 150 )


Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW,beliau bersabda,"  apabila kamu akan berdiri mengerjakan shalat,sempurnakanlah wudhu,kemudian menghadaplah ke qiblat lalu bertakbirlah".
(HR.Muslim juz I, hal 298)

Kita boleh shalat dengan duduk atau berbaring dalam kondisi tertentu.

Sabda Nabi SAW:
Dari 'Imran bin Hushain Ra,ia berkata : adalah aku menderita ambeiyen,lalu aku bertanya kepada Nabi SAW bagaimana cara shalat.Maka beliau SAW bersabda:," Shalatlah dengan berdiri,jika tidak dapat maka shalatlah dengan duduk,& jika kalau tidak dapat,maka shalatlah dengan berbaring.
( HR.Al Jama'ah kecuali Muslim,& lafadh ini bagi Al Bukhari.)


2.Takbiratul Ihram (takbir untuk memulai shalat)

Wajibnya memulai shalat dengan takbir & mengangkat tangan.

Dari Ali,dari Nabi SAW, beliau bersabda,"  Kuncinya shalat ialah bersuci,mulainya shalat ialah Takbir & selesainya shalat ialah mengucapkan salam".
(HR. At Tirmidzi, & dia berkata,"  hadits ini adalah paling shahih & sebaik-baik hadits dalam bab ini)

Dari Abu Hurairah,ia berkata,"  adalah Rasulullah SAW apabila berdiri untuk shalat,beliau (memulainya dengan) mengangkat kedua tangannya pelan-pelan" .
(HR.Al Khamsah kecuali Ibnu Majah,lafadh ini bagi At Tirmidzi juz I,hal 152)

*Mengangkat kedua tangan sejajar kedua telinga.
                               أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ نَاصِحٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ كُلَيْبٍ يَذْكُرُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ
قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَقُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ إِبْهَامَيْهِ قَرِيبًا مِنْ أُذُنَيْهِ فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ     يَرْكَعَ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ فَكَانَتْ يَدَاهُ مِنْ أُذُنَيْهِ عَلَى الْمَوْضِعِ الَّذِي اسْتَقْبَلَ بِهِمَا الصَّلَاةَ
سنن النسانى ١٠٩٠
....dari [Wa'il bin Hujr] dia berkata; "Aku datang ke Madinah, lalu aku berkata; 'Aku benar-benar pernah melihat shalatnya Rasulullah SAW, beliau SAW bertakbir dengan mengangkat kedua tangan hingga' aku melihat kedua jempolnya berdekatan dengan kedua telinganya, dan ketika hendak ruku' beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya, kemudian mengangkat kepalanya sambil mengucapkan, "Sami'allahu liman Hamidah." Kemudian ia bertakbir dan sujud. Kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya, seperti posisi saat menghadap kiblat'."
(Sunan Nasa'i 1090)

*Mengangkat kedua tangan sejajar kedua bahu.
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ عُمَرَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَإِذَا قَامَ مِنْ الرَّكْعَتَيْنِ يَرْفَعُ يَدَيْهِ كَذَلِكَ حَذْوَ الْمَنْكِبَيْنِأَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ عُمَرَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَإِذَا قَامَ مِنْ الرَّكْعَتَيْنِ يَرْفَعُ يَدَيْهِ كَذَلِكَ حَذْوَ الْمَنْكِبَيْنِ
سنن انسانى ١١٦٩
....dari [Ibnu 'Umar] dari Rasulullah SAW, bahwa beliau mengangkat kedua tangan bila memulai shalat, ruku', serta jika mengangkat kepala dari ruku'. Dan jika berdiri dari dua rakaat maka beliau mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu.
(Sunan Nasa'i 1169)


*Mengangkat kedua tangan setelah bangun dari dua sujud (menuju rekaat ke3 (dalam shalat fardlu))
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ فُلَانِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ الْهَاشِمِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَيَصْنَعُ مِثْلَ ذَلِكَ إِذَا قَضَى قِرَاءَتَهُ وَأَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ وَيَصْنَعُهُ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ قَاعِدٌ وَإِذَا قَامَ مِنْ السَّجْدَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ كَذَلِكَ وَكَبَّرَحَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ فُلَانِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ الْهَاشِمِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَيَصْنَعُ مِثْلَ ذَلِكَ إِذَا قَضَى قِرَاءَتَهُ وَأَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ وَيَصْنَعُهُ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ قَاعِدٌ وَإِذَا قَامَ مِنْ السَّجْدَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ كَذَلِكَ وَكَبَّرَ
مسند احمد ٦٧٩
 ....dari [Ali Bin Abu Thalib] dari Rasulullah SAW, bahwa apabila beliau berdiri untuk melaksanakan Shalat fardlu beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua bahunya, dan beliau melakukan seperti itu apabila selesai dari bacaannya dan hendak ruku', dan melakukannya apabila mengangkat kepalanya dari ruku', kemudian beliau tidak mengangkat kedua tangannya dalam Shalatnya ketika duduk, dan apabila bangun dari dua sujud beliau juga mengangkat kedua tangannya dan bertakbir."
(Musnad Ahmad 679)








-edit








Selasa, 29 Maret 2011

Kajian Ustad Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu)




Kajian Dari Ustad Abdul Aziz (Mantan Pendeta Hindu), yang dihadiri sejumlah ormas-ormas Islam termasuk dari NU & Muhammadiyah.




Mungkin sudah biasa kita mendengar atau menyimak pembicaraan tentang orang-orang di luar agama Islam yang kemudian menjadi seorang muslim lalu memberikan kesaksian di mana-mana. Hanya saja yang satu ini agak beda karena kesaksiannya bisa membuat orang kaget, tersinggung dan mungkin ada yang marah. Seorang mantan Pendeta Hindu yang bernama asli Ida Bagus  Erit Budi Finarno, SAG yang lahir di Tabanan Bali sebagai kasta tertinggi orang Hindu yaitu kasta Brahmana, sejak tahun 1995 mengganti namanya dengan Abdul Aziz setelah beliau mendapat hidayah memeluk agama Islam.
Alumni PGA dengan gelas SAG namun bukan SAG Muslim tetapi SAG Kaaafir yang saat ini telah dijuluki sebagai seorang ustdaz membeberkan tentang ajaran agama hindu yang dulu telah dianutnya secara gambalang karena disertai dengan dalil-dalil dari kitab Weda.
Dari paparan yang beliau sampaikan mungkin ada sebagian umat Islam ini yang kaget, tersinggung atau bahkan marah karena beliau sampaikan bahwa ritual-ritual yang selama ini banyak dikerjakan umat Islam ternyata telah dulu dikerjakan oleh umat Hindu yang memang disebutkan dalam Kitab suci agama mereka. Namun demikian bagi umat Islam yang mau mengkaji agama ini dengan benar berdasarkan Al-qur’an da sunnah tentu tidak usah bingung dan tidak usah kaget, namun seharusnya semakin yakin untuk meninggalkan segala macam ritual yang selama ini dikerjakan namun tidak pernah diperintahkan di dalam Al-qur’an maupun As-Sunnah tetapi malah diperintahkan di dalam kitab Weda yang bukan kitab sucinya umat Islam.
Seperti apa paparan ustadz yang satu ini silahkan simak dalam rekaman berikut.

Download kajian Ustad Abdul Aziz

Minggu, 20 Maret 2011

KUMPULAN DOA DOA (1)




Doa Bangkit dari Majlis:

سُبحَا نَكَ اللّٰهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ
Subhaanakallohumma wa bi hamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik
(Maha Suci Engkau ya Allah & dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau,aku mohon ampun kepada-Mu & aku bertaubat kepada-Mu)
 (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih juz 5,hal 158,no.3494) 


Doa untuk orang yang sakit :
اللّٰهُمَّ رَبَّ الناَّ سِ مُذْهِبَ الْبَاسِ، اِشْفِ اَنْتَ الشَافِى لاَ شَافِيَ اِلاَّ اَنْتَ شِفَاءًَ لاَ يُغَادِرُ سَقَماًَ
Allahumma robban-naas mudzhibal baasi,isyfi antasy-syaafii laa syaafiya illaa anta syifaa-an laa yughoodiru saqomaa.
(Ya Allah Tuhannya seluruh manusia yang menghilangkan gangguan (penyakit),sembuhkanlah dia,Engkaulah Penyembuh yang tidak ada penyembuh kecuali Engkau,kesembuhan yang tidak kambuh lagi)
(HR.Bukhari juz 4 hal.24)


 Doa Naik Kendaraan :
 
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَوَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subhanalladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin.Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun.
("Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami,padahal kami akan kembali kepada Tuhan kami")
(dari QS. Az Zukhruf ayat 12-14)

Minggu, 21 November 2010

Konversi Tanggal Tahun Masehi-Hijriyah,Hijriyah-Masehi



Ingin melihat tanggal lahir menurut kalender Hijriyah? ato sekedar iseng-iseng saja melihat tanggal berapa bila tanggal di kalender masehi dijadikan tanggal Hijriyah,ato sebaliknya.Link dibawah ini.
http://www.salafy.or.id/tanggal.php

Selasa, 16 November 2010

Download Software Hadits web3.0

Ingin software yg berisi :
-Al-Qur’an dan terjemahnya,
-Ringkasan buku hadits Shahih Bukhari,
-Kumpulan Hadits Shahih Muslim,
-Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi,
-Ringkasan Syarah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam,
-kumpulan sekitar 1100 hadits terpilih & tentang sejarah singkat beberapa ahli hadits dan juga berbagai artikel penting seputarilmu hadits.

http://idsoftwaredownload.com/software-islami/hadits/haditsweb-3-0.html

Baca Kitab Hadits Online 9 Imam dengan Terjemah Indonesia

Ingin membaca Al Qur'an,Kitab Online 9 Imam :
Bukhari,Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, Malik, Darimi.
dengan terjemah bahasa Indonesia?komplit dengan search enginenya..


Klik disni..http://lidwa.com/